Berita Pohon Sawit Terkini

Tips Membasmi Hama Babi Hutan di Perkebunan Kelapa Sawit

Tips Membasmi Hama Babi Hutan di Perkebunan Kelapa Sawit

Berbicara mengenai perkebunan, salah satu hal yang tak pernah lepas untuk dibicarakan adalah mengenai hama. Salah satu hama yang sering kali menyerang kelapa sawit adalah babi hutan atau yang biasa disebut celeng. Babi adalah golongan omnivora yang rakus akan makanan, oleh karena habitatnya yang sering kali semakin sempit membuat hewan ini terpaksa mencari makan di areal perkebunan, salah satunya dalah perkebunan kelapa sawit. Maka tak jarang kehadiran babi disebut-sebut sebagai hama yang merugikan petani sawit.

Artikel kita kali ini akan membahas beberapa cara untuk mengatasi hama babi yang menyerang tanaman sawit yang mungkin dapat anda gunakan. Berikut ulasan selengkapnya :

  1. Karakteristik Hama Babi Hutan

Salah satu karakteristik babi hutan adalah binatang omnivora atau pemakan segala baik tanaman maupun daging. Untuk jenis tanaman, babi hutan sangat menyukai buah-buahan, umbi, daging, cacing, hingga binatang lain yang lebih kecil darinya.

Sifat babi hutan adalah binatang nocturnal yang aktif dimalam hari dan secara berkelompok serta dipimpin oleh seekor babi pejantan. Oleh karenanya tak heran jika kawanan babi hutan menyatroni suatu lokasi akan timbul kerusakan yang cukup parah lantaran jumlah babi hutan yang datang relatif banyak.

Sedangkan populasi babi hutan pun terbilang cukup besar, hal ini dikarenakan sifat babi hutan betina yang mampu melahirkan lebih dari 2 ekor anak babi. Hal inilah yang menyebabkan mengatasi babi hutan tak cukup hanya sekali namun harus dilakukan secara berulang ulang.

  1. Mengatasi Hama Babi dengan Racun

Salah satu cara yang paling banyak dilakukan oleh petani sawit adalah dengan menggunakan racun. Dengan memanfaatkan sifat rakus babi hutan, kita bisa menjebak babi hutan dengan membubuhkan racun di perangkap buah-buahan segar seperti pisang, apel, papaya, dan lain-lain.  Selain buah-buahan, anda juga bisa membubuhkan racun babi di umbi-umbian seperti singkong, ubi, dan talas. Namun buah-buahan akan jauh lebih mudah untuk menarik perhatian babi hutan.

Perangkap tersebut bisa anda letakkan di batas terluar kebun atau ditepi hutan terdekat dengan kebun anda. Selanjutnya letakkan racun babi di beberapa titik secara bersamaan, jika tidak anda letakkan secara serempak, cara ini akan sangat kurang efektif.

Selanjutnya racun babi dipasang di berbagai titik dalam waktu bersamaan. Jika tidak dilakukan secara serempak, maka cara mengatasi hama babi di tanaman sawit dengan metode racun ini akan menjadi kurang efektif.

 

  1. Mengatasi Hama Babi dengan Perangkap Babi

Langkah selanjutnya yang bisa anda lakukan untuk mengatasi babi hutan adalah dengan cara memasang perangkap, mulai dari perangkap jerat, lubang perangkap dan perangkap jeplak. Untuk jenis perangkap jerat dan lubang, anda bisa menangkap babi dalam keadaan hidup, sedangkan perangkap jeplak babi hutan bisa mati kehabisan darah.

 

  1. Memburu Hama Babi

Untuk anda yang hobi berburu, anda bisa memberantas hama babi hutan ini dengan cara berburu. Perburuan ini dapat anda lakukan, baik secara masal maupun secara individual. Untuk perburuan massal, anda bisa bekerjasama dengan beberapa petani pada siang hari dengan mengerahkan anjing pemburu agar lebih mudah menangkap babi. Yang perlu menjadi catatan anda, sifat babi hutan jika tersudut akan menyerang dengan ganas untuk mempertahankan dirinya, pastikan anda memiliki senjata pertahanan jarak dekat seperti parang atau tombak.

Sedangkan untuk perburuan individual yang dilakukan sendiri, anda bisa menggunakan senapan untuk menjaga lahan sawit anda. Anda bisa membangun lokasi persembunyian yang dapat digunakan pada siang dan malam hari. Untuk mempermudah perburuan, anda bisa menggunakan umpan buah-buahan yang dipasang di pinggir lahan.

Demikianlah beberapa cara untuk memberantas hama babi yang sering kali merusak lahan kelapa sawit. Untuk memberantas hama tersebut beberapa perusahaan pengelola perkebunan kelapa sawit saat ini telah menggunakan sistem early warning system dimana sistem tersebut memungkinkan perusahaan bagian operasional mendeteksi adanya serangan hama dan menyakit tanaman. Hal tersebut setidaknya juga telah diterapkan di PT Triputra Agro Persada yang merupakan perusahaan pengelola perkebunan kelapa sawit yang mana produknya telah menembus pangsa ekspor.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *