Berita Pohon Sawit Terkini

ICOPE 2018: Teknologi dan Sains Adalah Solusi Produksi Kelapa Sawit Berkelanjutan

ICOPE 2018: Teknologi dan Sains Adalah Solusi Produksi Kelapa Sawit Berkelanjutan

Pada Rabu (25/4), ICOPE 2018 diselenggarakan di Westin Resort Nusa Dua, Bali. Konferensi internasional kelapa sawit dan lingkungan, atau International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) ini merupakan konferensi terkemuka di dunia yang mengeksplorasi keseimbangan antara pengembangan dan berkelanjutan kelapa sawit. Pada kesempatan itu, ICOPE 2018 memunculkan solusi produksi kelapa sawit berkelanjutan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan sains.

Mengangkat tema Embracing Sustainanble Palm Oil Solutions for Local Production and Global Change, acara akbar tersebut dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dari 30 negara. Semua berdiskusi dan berbagi pengalaman demi menghadirkan solusi berkelanjutan dengan pendekatan sains dan teknologi.

JP Caliman selaku Chairman ICOPE 2018 menuturkan, ICOPE tetap teguh dalam menangani isu-isu dampak lingkungan dari produksi minyak sawit. Hal ini terus dilakukan selama 11 tahun sejak dimulai pada tahun 2008.

Tak hanya itu, ICOPE juga telah mendapatkan pengakuan global dalam komunitas ilmiah sebagai sumber daya yang berguna serta untuk hal-hal yang berhubungan dengan produksi minyak sawit dan produk turunannya yang berkelanjutan.

ICOPE merupakan satu-satunya konferensi internasional yang didedikasikan untuk kelapa sawit lingkungan dengan peserta dalam jumlah besar.

“ICOPE ini, dimulai 11 tahun yang lalu oleh tiga mitra yang berbagi nilai yang sama untuk tujuan keberlanjutan industri kelapa sawit,” jelasnya.

Salah satu produsen kelapa sawit Indonesia yang juga memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam bisnisnya adalah PT. Triputra Agro Persada yang dipimpin oleh Chief Executive Officer (CEO) Arif Rachmat. Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang menyentuh berbagai sektor harus segera diikuti demi memberikan nilai tambah dalam industri sawit, contohnya seperti dalam peningkatan produktivitas.

 

Seperti dikutip dari situs resminya, tap-agri.com, perusahaan tersebut sudah beroperasi selama 13 tahun, penggunaan teknologi digital merambah ke dalam banyak hal seperti penggunaan drone, sophisticated sensors camera, smartphone, barcoding system, dan penggunaan sistem online dalam setiap transaksi internal. Semua digitalisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas mereka sebagai salah satu produsen olahan kelapa sawit tanah air.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *