Berita Pohon Sawit Terkini

Akar Rumput Berperan Meningkatkan Industri Kelapa Sawit

Akar Rumput Berperan Meningkatkan Industri Kelapa Sawit

CEO PT Triputra Agro Persada Group, Arif Rachmat memiliki cita-cita besar bagi perindustrian Indonesia. Tinggal selama kurang lebih 15 tahun di Amerika, Arif justru rindu akan tanah airnya. Bahkan sejak pertama tinggal di Negeri Paman Sam, ia tidak berniat untuk terus tinggal di sana, ia sudah bertekad untuk kembali ke Indonesia. Dan ketika keinginan tersebut terwujud pada tahun 2005, Arif langsung ingin melakukan sesuatu bagi tanah airnya yang tercinta.

“Kami mendedikasi banyak waktu untuk membuat negara ini lebih kompetitif,” tutur Arif Rachmat pada Warta Ekonomi.

Arif pun memandang bahwa langkah-langkah kemitraan ekonomi dengan akar rumput sangat penting. Menurutnya, kemitraan antara perusahaan dengan akar rumput akan membantu mengangkat dan meningkatkan produktivitas mereka. Kemitraan tersebut tidak hanya di bidang produksi crude palm oil, tapi juga harus meluas ke industri lainnya.

“Kita memiliki sekolah training di Kalimantan untuk level staf sejak 7-8 tahun lalu. Sekolah pelatihan ini untuk staf level asisten dan asisten lapangan. Langkah tersebut sudah menjadi solusi yang menjawab kekurangan tenaga kerja ahli,” lanjut Arif.

Meski begitu, ada beberapa tenaga ahli yang masih sangat dibutuhkan. Di antaranya adalah asisten teknik, asisten workshop yang memiliki keahlian mekanik, maupun keahlian infra.

“Kita harus memberikan kesempatan bagi akar rumput supaya bisa lebih tumbuh,” tegasnya.

Arif juga mengatakan bahwa pendidikan vokasi salah satunya yang tepat menjawab kebutuhan industri. Menurut pengalamannya di indsutri pun semakin meyakinkan bahwa ia membutuhkan banyak orang yang memiliki latar belakang pendidikan vokasi. Ia mengakui bahwa perusahaannya sangat sulit untuk mencari orang baik untuk bekerja permanen, maupun sebagai mandor.

Kebutuhan sumber daya manusia dengan latar belakang pendidikan vokasi sempat menjadi sorotan pemerintah. Diberitakan oleh Kompas.com, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah menteri untuk merumuskan penerapan peta jalan pendidikan vokasi atau sekolah kejuruan pada 19 April 2018 yang lalu. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, pendidikan vokasi diharapkan dapat fokus pada enam sektor industri, yakni manufaktur, agribisnis, pariwisata, kesehatan, pekerja migran dan ekonomi digital.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *